PACARAN VS PRANIKAH

Sabtu, 01 Mei 2021

gpdiujun

Dibaca: 1076 kali

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:  Tuhan,Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Matius 7:21 

I.  Apakah kehendak Bapa yang harus kita lakukan?

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan. 1 Tes.4:3




KEHENDAK ALLAH BAGI KITA ADALAH PENGUDUSAN KITA! CARANYA? MENJAUHI PERCABULAN!

Bagaimana menjauhi percabulan?

supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan. 1 Tes.4:4

MENGAMBIL SEORANG PEREMPUAN/LAKI-LAKI UNTUK MENJADI ISTRI/SUAMI.

 

ARTINYA BAGI KITA :

Jangan ambil seorang perempuan atau laki-laki sebelum ada rencana untuk menikah, atau dengan kata lain :  JANGAN BERPACARAN SEBELUM ADA RENCANA UNTUK MENIKAH

 

PACARAN

1. Dasarnya : jatuh cinta
2. Isu utama: kedekatan secara fisik
3. “Urusan berdua”
4. Tanpa pengayoman
5. Tidak ada batasan moral
6. Jatuh dalam percabulan
7. Konflik batin
 

PRANIKAH

1. Yakin dia jodoh dari Tuhan
2. Membangun hubungan dan persiapan menikah
3. Urusan keluarga
4. Dengan pengayoman
5. Memberi diri dibatasi
6. Bertumbuh dalam kekudusan
7. Damai sejahtera
 

BAGAIMANA KITA BISA MENGATASI GODAAN UNTUK “BERPACARAN”?

1. Bangun hubungan dengan Tuhan
2. Hidup dalam komunitas yang sehat
3. Bersedia dimentor/diayomi
 
 

II. DAMPAK DOSA PERCABULAN

1. SECARA FISIK

Ø Kehamilan
Ø Aborsi
Ø Penyakit menular seksual (HIV-AIDS)
 

2. SECARA PSIKOLOGIS

Problem emosional yang berat (malu, cemas, kuatir dan ketakutan bahkan kebencian).

3. SECARA SOSIAL

Ø Putus sekolah/ berhenti kuliah
Ø Kehilangan pekerjaan
Ø Menikah dini
Ø Anak-anak terlantar
Ø Kemiskinan
 

4. SECARA SPIRITUAL

Kehancuran rohani yang bisa membawa kepada kemurtadan

 

Deklarasi Peserta Gerakan Kekudusan

1. Bersedia untuk tidak berpacaran sebelum waktunya.
2. Bersedia terbuka kepada pembina rohani ketika mengalami apa yang disebut sebagai jatuh cinta.
3. Bersedia diayomi dalam membangun hubungan dengan lawan jenis.
4. Mendorong anak muda dan remaja lainnya untuk hidup dalam kekudusan.
 

Jadi kalau ada orang muda yang berpandangan hubungan seksual sebelum menikah akan memperkuat cinta dan hubungan mereka, mereka akan menyesal, sebab justru hubungan seksual sebelum menikah adalah penghancur terbesar dari cinta dan hubungan pranikah muda-mudi. (dr. Andik Wijaya)

 

Renungan Terkait

    Kembali ke atas